Saya selalu mengagumi Emha Ainun Najib. Begitu pula dengan Sabrang Mowo Damar Panuluh,putranya. Idul fitri, Lebaran, Hari kemenangan. Jika memang menang, pernahkan anda bertanya hari itu kita menang melawan siapa/apa? Jawaban yang biasa saya dapatkan adalah kemenangan melawan hawa nafsu kita sendiri. Sebenarnya jawaban itu justru menimbulkan pertanyaan berikutnya. Jika ada kemenangan, adakah kesempatan untuk kalah? adakah orang-orang yang tidak berhak ikut merayakan kemenangan karena dia kalah ? Pertanyaan kedua adalah, jika memang hawa nafsu harus kita bendung, kita kalahkan, lalu kenapa Tuhan ‘iseng-iseng’ memberi manusia sifat intrinsic yang bernama hawa nafsu tersebut ?. Pertanyaan ‘iseng’ itu pernah berputar-putar di kepala saya dengan ending yang sangat berharga. Satu lagi makna dari hari lebaran. Dari berbagai jenis nafsu, nafsu terhadap makanan/minuman adalah yang paling mudah diidentifikasi. Tidak membutuhkan banyak koordinasi indrawi dan fikiran untuk ...
Mess outside, crowded inside