Skip to main content

masih

Masih
ada yang
terluka
di pagi hari

Masih
ada sepi yang
meriap kaku

Masih
ada yang
meneriakkan luka
tanpa suara

Masih
ada sepi
di pertunjukan piano

Masih
ada sedih
dalam senyum

Masih 
ada Kau,
yang kusebut tiap waktu


Semarang, 31 Desember 2011

Comments

Popular posts from this blog

Sepasang Bolpoin Tanpa Tutup

Bulpen hijau bertanya, "Hai, kemana tutupmu, merah?" tanyanya. "Aku kehilangan tutupku. Majikanku menghilangkannya.." jawab bolpoin merah, sedih. "Dan tutupmu juga tak ada, Wahai bolpoin hijau?" lanjut bolpoin merah kemudian. "Ya! Majikanku juga menghilangkannya! Dia menghilangkannya ketika belajar di ruang tamu, di kala yang lain pergi dan Ia sendirian. Dia sungguh malang" hijau menjawab. "Aku tak peduli dia malang atau tidak. Aku hanya ingin tutupku kembali!" merah meletup-letup. "Aih, Merah, dia pun tak tahu dimana tutup kita berada.." "Tapi tak lama lagi kita akan kering tanpa tutup itu! Apa kau tak mengerti itu, Hijau! "Lalu kita harus bagaimana?" "Lukai barangnya!" "Lukai barangnya?? Apa maksudmu?!" "Ya! Kita lukai saja barangnya, agar semua barangnya menjadi merah dan hijau! Dengan begitu Ia akan mencarikan tutup untuk kita!" merah antusias. Kemudian seluruh peng...

'L' for L'Arc~En~Ciel and L'Ove. 2nd of May 2012.

"Hello Jekardah" . May 2nd 2012. Masih belum percaya bahwa kemarin maghrib baru pulang dari negeri sebelah, Malaysia- dalam rangka acara keluarga (dan you know, jalan-jalan) -  dan sekarang, pagi ini jam tujuh harus terbang bersama lion air untuk pergi ke jekardah. J-E-K-A-R-D-A-H, menurut pronounciation foreigner. Termasuk Laruku. masih belum percaya bahwa kedatangan kami kesini untuk melihat mereka konser ;') WOYYY AKU MAU LIAAT LARUKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU! KYAAA!! rasanya pengen semua orang di bandara tau. seluruh dunia harus tau kalo aku lagi bahagia. Kesannya pamer sih, tapi orang yang bahagia rata-rata begitu lhoh ;) Rasanya sampe sekarang aja nggak percaya. Demi apa ini..