Skip to main content

TUNGGU SEBENTAR, YA, SEMUANYA. HARI INI TIBA-TIBA AKU MENEMUKAN SERPIHAN-SERPIHAN DIRIKU YANG HILANG. INI SEDANG AKU CATAT PELAN-PELAN. 

Comments

Popular posts from this blog

masih

Masih ada yang terluka di pagi hari Masih ada sepi yang meriap kaku Masih ada yang meneriakkan luka tanpa suara Masih ada sepi di pertunjukan piano Masih ada sedih dalam senyum Masih  ada Kau, yang kusebut tiap waktu Semarang, 31 Desember 2011

buat sensei

Dear sensei, kita tau takdir berjalan sebegitu rumitnya, dan saya juga gak tau kalo suatu hari nanti sensei nemu blog saya yang secara vulgar saya nyebut-nyebut jati diri sensei. plus fotonya lagi. Sempurna sudah. Saya cuma mau bilang ke sensei kalo suatu hari nemu blog saya, baca isinya, dan menemukan diri anda, jangan berpikir macam-macam ya tentang saya. Saya tau ini sulit, saya yang dihadapan sensei sebegitu cool nya tapi dibelakang sensei suka ngerasani lewat twitter dan blog. Saya cuma sekedar mengagumi sensei seperti Nam mengagumi p'shon atau seperti Tom cruise mengagumi katsumoto kok. Saya emang suka kok sama sensei. Saya suka sensei karena : 1. sensei tampak keren abis pas ngesot-ngesot di matras 2. sensei sikapnya tegak dan saya nggak bisa. 3. tangan sensei kuat kayak batang pohon pisang. saya kaget lho pas nyengkrem tangannya sensei yang kecil tapi kerasnya kayak pohon pisang. saya sekarang jadi seneng liat cowok bertangan kuat gitu. hehehee 4. sensei keren kalo ...

Sepasang Bolpoin Tanpa Tutup

Bulpen hijau bertanya, "Hai, kemana tutupmu, merah?" tanyanya. "Aku kehilangan tutupku. Majikanku menghilangkannya.." jawab bolpoin merah, sedih. "Dan tutupmu juga tak ada, Wahai bolpoin hijau?" lanjut bolpoin merah kemudian. "Ya! Majikanku juga menghilangkannya! Dia menghilangkannya ketika belajar di ruang tamu, di kala yang lain pergi dan Ia sendirian. Dia sungguh malang" hijau menjawab. "Aku tak peduli dia malang atau tidak. Aku hanya ingin tutupku kembali!" merah meletup-letup. "Aih, Merah, dia pun tak tahu dimana tutup kita berada.." "Tapi tak lama lagi kita akan kering tanpa tutup itu! Apa kau tak mengerti itu, Hijau! "Lalu kita harus bagaimana?" "Lukai barangnya!" "Lukai barangnya?? Apa maksudmu?!" "Ya! Kita lukai saja barangnya, agar semua barangnya menjadi merah dan hijau! Dengan begitu Ia akan mencarikan tutup untuk kita!" merah antusias. Kemudian seluruh peng...